|
Fungsi Korpri Sebagai Pemersatu Tetap Relevan |
|
|
|
Ditulis Oleh Admin
|
|
Monday, 26 July 2010 |
|
www.menpan.go.id: JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengatakan, peran sejarah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sebagai pemersatu pegawai negeri khususnya, dan pemersatu bangsa Indonesia akan tetap relevan ke depan.
Demikian dikatakan Boediono ketika membuka Seminar Nasional KORPRI dengan tema Optimalisasi Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi di Jakarta, Kamis (22/7). “Dalam era reformasi ini
ada upaya yang mencoba memecah KORPRI. Dulu, persatuan kita anggap sebagai suatu taken for granted, sesuatu yang sudah ada. Padahal, untuk mewujudkan persatuan merupakan upaya yang sangat susah,” ujarnya. Menurut Wapres, dalam era reformasi ini fungsi KORPRI
perlu diperbaharui. Namun perbaikannya jangan sampai mengorbankan hasil yang telah dicapai, yakni mempersatukan pegawai negeri di Republik Indonesia ini. KORPRI
sebagai wadah pegawai harus dijaga, meski anggota mepunyai kebebasan, tetapi harus dalam konteks persatuan dan kesatuan. Lebih lanjut dikatakan, dulu ada kritik, karena KORPRI
dimanfaatkan oleh kekuasaan. Kalau sudah jadi kekuatan politik praktis, maka fungsinya bukan lagi sebagai pemersatu. “Seperti halnya TNI, kalau pecah-pecah, yang rugi bangsa Indonesia,” tambah Boediono. Dikatakan juga, bahwa reformasi dihadapkan pada beberapa kerawanan, bahkan ancaman. Hal itu bisa timbul karena sistem demokrasi yang tiba-tiba mandek, dan akhirnya gagal, misalnya
seperti kabinet yang jatuh bangun pada orde lama. Dalam situasi seperti itu tak mungkin ada kebijakan yang efektif. Kerawanan juga bisa terjadi kalau ada erosi atau degenerasi, penurunan kualitas sistem demokrasi. Ini bisa terjadi, karena pemegang kekuasaan mencampur adukkan dengan kepentingan privat, yang wujudnya bisa macam-macam.Money politic, tambah Wapres, juga
bisa mengakibatkan degenerasi. Karena esensi money poliltic
adalah suara rakyat yang bisa dikemas macam-macam. “Kalau suara rakyat dianggap ’suara Tuhan’, kemudian dikemas menjadi komoditi ekonomi, maka sistem demokrasi kita kehilangan landasan,” sergah Boediono.
Menurut Wapres, hal itu bisa terjadi, karena tidak adanya komitmen mendasar dari elit bangsa ini untuk membuat suatu sistem yang baik. “Tidak banyak yang menyisihkan waktu untuk menata aturan dasar. Ini tugas kita semua, dan bagi yang menyayangi NKRI akan terpanggil,” ucapnya. Ditambahkan, degenerasi juga bisa terjadi karena politisasi birokrasi. Kalau birokrasi sudah masuk dalam ranah politik praktis, maka kualitas
kebijakan publik maupun
pelayanan publik
jangan diharapkan optimal, karena sudah terpecah, melenceng,
bukan lagi untuk melayani rakyat. Sebagai pemersatu, KORPRI telah membentengi birokrasi untuk tidak berpolitik praktis. Karena itu, Wapres minta agar peran KORPRI direvitalisasi. “Pikirkan kembali fungsi utama itu,” ujarnya. Terkait dengan reformasi
birokrasi, Wapres mengatakan bahwa semangatnya adalah melakukan perubahan secara terkoordinasi, tidak dilepas seperti revolusi, dan harus melakukan sesuatu yang terprogram. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 26 July 2010 )
|
Berita Daerah
|
www.serambinews.com [Senin, 29 Agustus 2010]: BLANGKEJEREN – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues menerima dana hibah atau dana Bantuan Keuangan Pemerintah Aceh (BKPA) sebesar Rp 15 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dana hibah tahun sebelumnya yang hanya Rp 10 miliar. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com: BLANGKEJEREN - Muspida Gayo Lues, Jumat (30/7) menandatangani tabel ketetapan denda/tilang pelanggaran lalu lintas berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum di Jalan Raya. Penandatanganan yang berlangsung di ruang Kapolres Gayo Lues itu hadir, Bupati H. Ibnu Hasim, Ketua DPRK, H. Muhammad Amru, Dandim 0113/GL Letkol. Kav. Rusdi, SIP, Kajari Blangkejeren, Basrulnas, SH, dan Ketua Pengadilan Negeri Blangekejeren, Makaroda Hafat, SH, M.Hum. Kapolres Gayo Lues, AKBP. Eddy Djunaedi, SIK mengatakan, meski pengguna jalan di 'Negeri Seribu Bukit' Gayo Lues ini sudah mulai tertib lalu lintas, namun masih banyak juga pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di jalan raya. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com (edited): BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasim meminta seluruh camat di sebelas kecamatan agar mensosialisasikan program andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bertajuk Gerakan Masyarakat Petani Sejahtera (Gemasih). |
|
Selengkapnya...
|
|
www.menpan.go.id: JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengatakan, peran sejarah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sebagai pemersatu pegawai negeri khususnya, dan pemersatu bangsa Indonesia akan tetap relevan ke depan. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com: BLANGKEJEREN - Dandim 0113 Gayo Lues, Letkol. Kav. Rusdi, SIP, bersama Bupati Gayo Lues, dan unsur Muspida lainnya, Rabu (21/7) melakukan panen perdana jagung program Gerakan Masyarakat Petani Sejahtera (Gemasih) di Kompleks Asrama Kodim setempat. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com: BLANGKEJEREN - Proyek jalan tembus dari Terangon Kabupaten Gayo Lues hingga ke Babarot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga kini belum tuntas dikerjakan, bahkan kini jalan tembus untuk membuka isolasi daerah itu kini telah ditelantarkan oleh kontraktor PT Ria Kencana dari Bandung. Karena itu, Ketua DPRK Gayo Lues, H Muhammad Amru mengharapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, bisa lebih tegas terhadap kontraktor yang lalai melaksanakan proyek jalan itu. |
|
Selengkapnya...
|
|
Jakarta.wartaegov.com:Modernisasi pendidikan bukanlah sekedar
meninggalkan media konvensional dan menggunakan kemajuan teknologi informasi
dalam proses pendidikan. |
|
Selengkapnya...
|
|
ArtikelWaspadai Virus Babi Jangkiti e-Mail Anda.
Selengkapnya
Jumlah Pengunjung200 Pengunjung
Saat ini ada 3 tamu online
Ramalan Cuaca
sumber: bmg.go.id
|