|
DRPK Gayo Lues Minta Gubernur Tegas Terhadap Kontraktor |
|
|
|
Ditulis Oleh Admin
|
|
Friday, 23 July 2010 |
|
www.serambinews.com: BLANGKEJEREN - Proyek jalan tembus dari Terangon Kabupaten Gayo Lues hingga ke Babarot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga kini belum tuntas dikerjakan, bahkan kini jalan tembus untuk membuka isolasi daerah itu kini telah ditelantarkan oleh kontraktor PT Ria Kencana dari Bandung. Karena itu, Ketua DPRK Gayo Lues, H Muhammad Amru mengharapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, bisa lebih tegas terhadap kontraktor yang lalai melaksanakan proyek jalan itu.
Proyek jalan multiyears dilaporkan sudah dua tahun dikerjakan dan dana yang sudah ditarik sudah mencapai 28 persen atau senilai Rp 9,2 miliar dari pagu anggaran Rp 32,9 miliar. Tapi, hingga kini belum satu meter pun ruas jalan itu yang diaspal oleh kontraktor. Bahkan, pengerasan jalan yang ditargetkan sepanjang 17 Km juga belum tuntas dikerjakan. Karena itu, Ketua DPRK Gayo Lues, H Muhammad Amru kepada Serambi Sabtu (17/7) mengatakan, realisasi proyek tersebut masih sangat rendah, jika dibandingkan masa kerja yang sudah berjalan dua tahun lebih. Katanya, proyek multiyears yang dikerjakan kontraktor dari Bandung itu sudah dua kali adendum. Untuk adendum pertama pada 16 Maret 2009 dan adendum II, pada 10 Desember 2009 lalu. Karena itu, Ketua DPRK Gayo Lues itu meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan instansi terkait harus tegas terhadap kontraktor yang mentelantarkan proyek jalan tersebut. "Jalan Terangon Gayo Lues-Babahrot Abdya sangat bermanfaat untuk membuka isolasilasi kedua kabupaten hasil pemekaran itu. Kalau jalan itu sudah siap, akan mendongkrak perekonomian masyarakat Gayo Lues dan Abdya," ujar H Muhammad Amru. Ketua DPRK Gayo Lues itu juga menyatakan rasa kecewanya terhadap lambannya pelaksanaan proyek jalan yang dilaksanakan oleh kontraktor dari luar Aceh tersebut. "Cara kerja kontraktor dari luar Aceh itu sangat merugikan Aceh. Kalau begini hasilnya lebih baik jalan itu diserahkan saja kepada kontraktor Aceh, yang tentunya mempunyai kepentingan untuk memajukan daerah," tegas H Muhammad Amru.Selama ini menurut Amru, jalan Terangon-Babahrot itu juga telah banyak dilintasi masyarakat, baik dengan sepeda motor maupun dengan kendaraan roda empat. Namun, jalan tersebut masih sulit dan penuh resiko dilalui karena tanjakannya sangat tajam serta licin, karena belum dilakukan pengerasan. Bahkan, ketika musim hujan lintasan tak bisa dilalui sama sekali. Ketua DPRK Gayo Lues itu juga menyatakan rasa kecewanya terhadap lambannya pelaksanaan proyek jalan yang dilaksanakan oleh kontraktor dari luar Aceh tersebut. "Cara kerja kontraktor dari luar Aceh itu sangat merugikan Aceh. Kalau begini hasilnya lebih baik jalan itu diserahkan saja kepada kontraktor Aceh, yang tentunya mempunyai kepentingan untuk memajukan daerah," tegas H Muhammad Amru.Selama ini menurut Amru, jalan Terangon-Babahrot itu juga telah banyak dilintasi masyarakat, baik dengan sepeda motor maupun dengan kendaraan roda empat. Namun, jalan tersebut masih sulit dan penuh resiko dilalui karena tanjakannya sangat tajam serta licin, karena belum dilakukan pengerasan. Bahkan, ketika musim hujan lintasan tak bisa dilalui sama sekali. Disebutkan, para pedagang dari Blangkejeren, Gayo Lues biasanya membawa sapi dan kerbau menggunakan truk ukuran sedang ke Abdya dan Aceh Selatan. Karena menjelang bulan puasa kebutuhan kerbau memingkat di kedua kabupaten itu. Sedangkan ketika kembali dari Abdya dan Aceh Selatan, para pedagang itu akan mengangkut barang-barang kebutuhan dapur, seperti kelapa, jeruk nipis serta barang-barang lainnya ke Blangkejeren. "Insya Allah selama ini hubungan dagang antara Blangkejeren-Blangpidie Abdya telah jalan, namun jika hujan turun maka pedagang biasanya akan bermalam di jalan tersebut dua sampai tiga malam, karena jalan sangat licin akibat belum pengerasan," ujar Zubir, tokoh masyarakat Terangon, Gayo Lues, seraya mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Aceh peduli terhadap nasib masyarakat di kedua kabupaten itu.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 23 July 2010 )
|
Berita Daerah
|
www.serambinews.com [Senin, 29 Agustus 2010]: BLANGKEJEREN – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues menerima dana hibah atau dana Bantuan Keuangan Pemerintah Aceh (BKPA) sebesar Rp 15 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dana hibah tahun sebelumnya yang hanya Rp 10 miliar. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com: BLANGKEJEREN - Muspida Gayo Lues, Jumat (30/7) menandatangani tabel ketetapan denda/tilang pelanggaran lalu lintas berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum di Jalan Raya. Penandatanganan yang berlangsung di ruang Kapolres Gayo Lues itu hadir, Bupati H. Ibnu Hasim, Ketua DPRK, H. Muhammad Amru, Dandim 0113/GL Letkol. Kav. Rusdi, SIP, Kajari Blangkejeren, Basrulnas, SH, dan Ketua Pengadilan Negeri Blangekejeren, Makaroda Hafat, SH, M.Hum. Kapolres Gayo Lues, AKBP. Eddy Djunaedi, SIK mengatakan, meski pengguna jalan di 'Negeri Seribu Bukit' Gayo Lues ini sudah mulai tertib lalu lintas, namun masih banyak juga pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di jalan raya. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com (edited): BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasim meminta seluruh camat di sebelas kecamatan agar mensosialisasikan program andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bertajuk Gerakan Masyarakat Petani Sejahtera (Gemasih). |
|
Selengkapnya...
|
|
www.menpan.go.id: JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengatakan, peran sejarah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sebagai pemersatu pegawai negeri khususnya, dan pemersatu bangsa Indonesia akan tetap relevan ke depan. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com: BLANGKEJEREN - Dandim 0113 Gayo Lues, Letkol. Kav. Rusdi, SIP, bersama Bupati Gayo Lues, dan unsur Muspida lainnya, Rabu (21/7) melakukan panen perdana jagung program Gerakan Masyarakat Petani Sejahtera (Gemasih) di Kompleks Asrama Kodim setempat. |
|
Selengkapnya...
|
|
www.serambinews.com: BLANGKEJEREN - Proyek jalan tembus dari Terangon Kabupaten Gayo Lues hingga ke Babarot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga kini belum tuntas dikerjakan, bahkan kini jalan tembus untuk membuka isolasi daerah itu kini telah ditelantarkan oleh kontraktor PT Ria Kencana dari Bandung. Karena itu, Ketua DPRK Gayo Lues, H Muhammad Amru mengharapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, bisa lebih tegas terhadap kontraktor yang lalai melaksanakan proyek jalan itu. |
|
Selengkapnya...
|
|
Jakarta.wartaegov.com:Modernisasi pendidikan bukanlah sekedar
meninggalkan media konvensional dan menggunakan kemajuan teknologi informasi
dalam proses pendidikan. |
|
Selengkapnya...
|
|
ArtikelWaspadai Virus Babi Jangkiti e-Mail Anda.
Selengkapnya
Jumlah Pengunjung200 Pengunjung
Saat ini ada 1 tamu online
Ramalan Cuaca
sumber: bmg.go.id
|